Garmin Akui Serangan Siber yang Menghantam Layanannya, Data Pengguna Aman
Semenjak 23 Juli 2020, Garmin mendapatkan gempuran ransomware yang disebutkan dengan WastedLocker. Mengakibatkan, beberapa service Garmin roboh.

Garmin Akui Serangan Siber yang Menghantam Layanannya, Data Pengguna Aman

Posted on

Semenjak 23 Juli 2020, Garmin mendapatkan gempuran ransomware yang disebutkan dengan WastedLocker. Mengakibatkan, beberapa service Garmin roboh.

Garmin pada akhirnya mengaku gempuran cyber yang membuat beberapa pemakainya tidak dapat terhubung data mereka tentang kesibukan fisik.

Sesaat, pilot tidak bisa mendapatkan pembaharuan peta serta beberapa jalan produksi di Asia terpengaruh.

Garmin mengaku gempuran itu membuat banyak service online kepunyaannya terusik, termasuk juga peranan situs situs, suport konsumen setia, aplikasi untuk pemakai, serta komunikasi perusahaan.

“Kami segera mengatasi gempuran itu serta mulai melakukan perbaikan,” kata Garmin, seperti dikutip Ubergizmo, Rabu (29/7/2020).

Apa Data Pemakai Aman?

Perusahaan mengakui, selama ini berdasar penyidikan mereka, tidak ada data konsumen setia seperti info pembayaran dari service seperti Garmin Pay yang dibuka, hilang, atau dicuri.

Dapat diambil kesimpulan, gempuran ini cuma mengubah akses ke service perusahaan, minimal untuk sekarang ini.

“Sistem yang dipengaruhi sedang dipulihkan serta kami mengharap untuk kembali pada situasi normal semasa beberapa waktu ke depan. Kami tidak menginginkan efek material apa saja pada operasional atau finansial kami sebab pemadaman ini,” sebut Garmin memberikan tambahan.

Perusahaan mengharap, saat sistem perusahaan yang terpengaruh dapat dipulihkan, beberapa penangguhan sebab tumpukan info bisa segera diolah.

Kaspersky Beri komentar Ransomware WastedLocker yang Buat Garmin Pernah Stop Service

Waktu lalu, rumor hangat sekitar berhentinya service punya perusahaan pembuat arloji pandai, fitness treker, serta navigasi Garmin menjadi perhatian. Walau tidak disadari oleh Garmin, banyak outlet media yang menyampaikan sistem Garmin lumpuh sebab terserang oleh ransomware.

Walau begitu, beberapa sistem Garmin khususnya untuk service flyGarmin telah dipulihkan serta dapat bekerja.

Info tentang gempuran ransomware juga memperoleh respon dari perusahaan keamanan Kaspersky.

Dalam info yang diterima Liputan6.com, Selasa (28/7/2020), Periset Keamanan Senior Kaspersky, Denis Legezo, menjelaskan, perusahaan (Garmin) cuma memberi komentar mengenai “pemadaman” atau outage serta penyelidikan.

Sesaat, semua info mengenai masalah itu datang dari photo karyawan serta sumber yang lain. Info dari beberapa sumber ini memperlihatkan, kejadian itu ialah gempuran cryptolocker serta malware tersebut ialah WastedLocker.

Mengakibatkan, konsumen setia pribadi tidak bisa terhubung data mereka tentang kesibukan fisik. Sesaat, pilot tidak bisa mendapatkan pembaharuan peta serta beberapa jalan produksi di Asia sudah dipengaruhi .

Bukan Gempuran Acak

“Dengan cara tehnis, WastedLocker ialah tipe ransomware yang direncanakan. Bermakna beberapa operatornya tiba untuk perusahaan spesifik serta bukan host dengan cara acak,” kata Legezo dalam penjelasannya.

Legezo menyebutkan, ini bukanlah salah satu ransomware yang dipakai dengan cara tertarget. Pola sama dipakai oleh Maze serta beberapa keluarga ransomware yang lain.

Menurut Legezo, algoritma enkripsi yang dipakai tidak ada yang istimewa untuk ransomware, yaitu modern serta kuat.

“Operator ransomware memberikan tambahan nama perusahaan korban dalam pesan tebusan, yaitu pesan dengan info mengenai langkah mengontak aktor intimidasi lewat service e-mail aman serta semacamnya. Jadi cukup jelas mereka ketahui sasaran yang diharapkan,” papar Legezo.

Hanya Ingin Tebusan Dibayar

Lebih lanjut, Kaspersky mengawasi lusinan situs yang berkaitan dengan keluarga malware ini.

“Di beberapa domain itu, kami mendaftar server untuk sisi dari CobaltStrike, platform pengujian penetratif komersil yang resmi serta banyak dipakai oleh beberapa aktor intimidasi. Tehnik ini benar-benar seperti dengan gempuran bertarget yang lebih classic serta membidik data,” katanya.

Tetapi menurut Kaspersky, dalam masalah WastedLocker, tidak ada pertanda apa saja selain enkripsi serta keinginan pembayaran tebusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *