Mengenal Game eSports yang Ramaikan Asian Games 2018

Posted on

Untuk kali pertamanya dalam riwayat Asian Games, eSports atau diketahui dengan arti lain olahraga elektronik masuk sisi dalam acara acara pesta olahraga empat tahunan itu. Tetapi, sayangnya eSports sendiri di Asian Games 2018 ini masih hanya eksibisi.
Ini berarti peserta eSports belum dapat merebutkan mendali sebagaimananya yang diperebetukan atlet cabang olahraga yang lain. Walaupun demikian, beberapa pesertanya masih bersaing untuk memperoleh hadiah yang disiapkan.
Dari banyaknya game eSports yang ada, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) pilih enam game yang ditandingkan, diantaranya Ajang of Valor (AoV), Clash Royale, Heartstone, League of Legends, Pro Evolution Soccer (PES), serta Starcraft. Buat kamu yang masih tetap asing ke enam judul game barusan, berikut infonya.

1. Arena of Valor

Siapa yang tidak mengenal game ini. Ajang of Valor adalah salah satunya game MOBA (Multiplayer Online Battle Ajang) mobile yang populer, baik itu di arena internasional atau di Indonesia. Game ini pertama-tama tampil di Indonesia di tahun 2017 dengan nama Mobile Ajang.
Tetapi, sebab satu serta lain perihal, Garena Indonesia sebagai penerbit/publisher game mengubah namanya jadi Ajang of Valor. Kecuali perkembangan nama barusan, tidak ada yang lain dari game ini. Pokok permainannya ialah kamu bertanding lima menantang lima dengan pilih hero jagoan.
Pemain dituntut untuk memilikirkan taktik bagaimana merusak base musuh dengan hero yang lain. Nah, untuk perwakilan Indonesianya sendiri, terpilihlah 5 orang pemain AoV lokal terbarik, yaitu Glen Richard Pangalila (Jawa Barat), Hartawan Muliadi (Nusa Tenggara Barat), Ilham Bahrul Hadi (Jawa Barat), Muhammad (DKI Jakarta), serta Farhan Akbari H (Jawa Timur).

2. Clash Royale

Game garapan Supercell ini ada pada awal tahun 2016 untuk penyegaran dari game Clash of Clans. Yang membuat game ini semakin menarik dari Clash of Clans ialah pemain dapat sama-sama bertanding dengan cara real time. Ini yang tidak didapat di Clash of Clans.
Karena itu, saat telah bicara laga real time, karena itu game ini telah masuk ke salah satunya ketentuan eSports. Jagat eSports internasional juga beberapa kali sudah mengadakan laga Clash Royale dengan hadiah yang besar, misalnya Clash Royale Helsinki Tournamen, dimana juara pertama kalinya membawa hadiah sejumlah 10.000 euro atau sejumlah Rp 148 juta.
Untuk Asian Games 2018, Indonesia kirim satu perwakilan terbarinya, yaitu Ridel Yesaya Sumarandak. Peserta dari Sulawesi Utara ini akan bertanding hadapi peserta dari negara lain di Asia.

3. Heartstone

Game yang mempunyai nama awal Hearthstone: Heroes of Warcraft ini ditingkatkan oleh Blizzard Pertunjukan. Game kartu ini dibuat dengan memakai pengetahuan yang diambil dari seri game Warcraft.
Karena itu kamu akan mendapatkan komponen, ciri-ciri, sampai relik yang sama juga dengan Warcraft. Skema permainannya memakai skema turn-based atau bergiliran. Kamu dapat memakai kristal terbatas untuk mainkan kekuatan atau menyebut minion untuk menggempur musuh, dengan arah kurangi kesehatan musuh jadi 0.
Sama dengan Clash Royale, perwakilan Heartstone dari Indonesia untuk Asian Games 2018 ini cuma satu, yaitu Hendry Handisurya dari DKI Jakarta.

4. League of Legends

Kecuali Ajang of Valor barusan, Asian Games 2018 kehadiran satu game MOBA lagi, yaitu League of Legends. Game garapan Riot Games ini sudah lama tersebar serta diketahui untuk lawan seru Dota 2.
Sama dengan game MOBA biasanya, pemain memililiki arah untuk merusak nexus team musuh serta susunan yang terdapat di jantung pangkalan yang dilindungi oleh susunan pertahanan. Game ini telah dikeluarkan semenjak tahun 2009 serta beredar banyak di warnet-warnet di Indonesia.
Untuk Asian Games 2018, Indonesia kirim tujuh perwakilan, yang salah satunya ialah Malik Abdul Aziz (DKI Jakarta), Juan Felix (Kalimantan Selatan), Ruly Sandra Sutanto (DKI Jakarta), Peter Tjahjadi (Jawa Barat), Gerry Arisena, (Jawa Barat), Ericko Lim (DKI Jakarta), serta Bayu Putera Sentosa (Kepulauan Riau).

5. Pro Evolution Soccer

Jika game yang ini keterlaluan bila kamu tidak mengenalinya. Game jagoan penggemar sepakbola ini serta telah tersebar semenjak tahun 90an dengan nama lain Winning Eleven. Meskipun memang sekarang ini judul Winning Eleven masih digunakan untuk regional Jepang.
Untuk regional Eropa serta Amerika Serikat, termasuk juga di Asia, game ini memakai nama Pro Evolution Soccer. Game ini sendiri jadi kompetitor seru FIFA 19. Karena itu, penggemar sepakbola pasti terpecah jadi dua tim, yaitu tim Pro Evolution Soccer serta tim FIFA.
Kontrol pemainnya juga sedikit tidak sama. Buat gamer sepakbola, feel permainan FIFA serta Pro Evolution Soccer memang mempunyai ketidaksamaan. Belum juga permasalahan lisensi, dimana FIFA lebih baik sebab mempunyai lisensi dari FIFA serta UEFA.

Ada dua olahragawan yang akan sebagai wakil Indonesia. Mereka adalah Rizky Faidan (Jawa Barat) serta Setia Widianto (Jawa Barat).

6. StarCraft

StarCraft memang tidak demikian terkenal di Indonesia. Game ini semakin terkenal di negara Asia yang lain. Seperti di China serta Korea Selatan. Game ini mengangkat jenis taktik real-time.
Game yang usang telah dikeluarkan untuk Microsoft Windows di tahun 1998 serta di Mac di tahun 1999.
Sesaat untuk konsol, game ini ada untuk Nintendo 64dirilis di tahun 2000. Ceritanya bercerita perang di antara tiga spesies galaksi, yaitu Terran, Zerg. Untuk Asian Games 2018, Indonesia kirim satu olahragawan yaitu Nyoman Arie P (Banten).
Nah, itu barusan jejeran game yang masuk kelompok eSports yang ditandingkan di Asian Games 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *