Tuduhan Kekerasan Di Masa Lampau Akhiri Karir Esports RedEye

Posted on

Satu lagi figur caster serta profil eksper di arena DOTA 2 mengatakan mundur dari karier karieronalnya.

Paul “RedEye” Chaloner sering kita temui untuk host di beberapa moment esports seperti The International, StarCraft serta Counter-Strike.

Dia masuk dalam scene DOTA 2 pada tahun 2014 sebelumnya setelah semakin aktif di ranah Quake 3. Tertera, dia sudah memandu seputar 30 kompetisi dalam tahun-tahun ini.

Kabar ini cukup mengagetkan mengingat keadaan tidak aman di golongan caster DOTA 2 internasional yang tertangkap basah melakukan perbuatan dosa.

GrandGrant serta Tobiwan didakwa lakukan pelecehan seksual selesai beberapa korban ungkap tindak asusila mereka di waktu dulu.

Sekarang, figur asli RedEye terkuat waktu seorang pekerja di industri esports buka tabir gelap si penulis buku

“This Is Esports (and how to spell it)”

Kelakuan Yang Semakin Aneh

Tingkah laku RedEye dibeber oleh James Banks melalui account twitternya.

Banks yang akui sempat kerja di bawah naungan RedEye. Serta sempat menyukai sosok legenda sekarang berpandangan terbalik.

Di waktu baktinya itu dia mendapatkan jika RedEye ialah orang yang kasar. Dia dikira bertindak selaku pintu penghambat caster yang ingin.

Menembus scene esports atau mengembangkan sayap ke cabang game lain.

Banks menyelipkan dokumen serta bukti-bukti pembicaraan dari beberapa korban.

Pengalamannya sendiri saat RedEye serta agen yang dia memimpin, Kode Red.

Seputar 5 tahun kemarin, Banks diambil oleh Gfinity untuk memberi komentar moment-event CS:GO.

Kariernya cukup lancar sebab selanjutnya dia di kontrak untuk meneruskan pekerjaan caster selama musim itu plus kompetisi StarCraft II.

Di waktu itu RedEye menelponnya, menjelaskan jika Banks masih kurang bagus serta akan memutasinya dengan pekerjaan lain.

Sampai sekarang ini, Banks memerankan peran interviuer serta host walau awalannya jalani karier untuk caster.

Banks coba mengadu alasan dengan RedEye, memberikan kontrak yang tuliskan jika dia dipekerjakan untuk caster.

RedEye bersikukuh supaya Banks mengikuti perkataannya atau dia akan pastikan jika Banks tidak pernah kerja di industri esports lagi.

Dari insiden itu, Banks makin tertekan.

Dia berasa terisolir sebab RedEye mengacuhkan dianya.

Serta tidak sempat menyapa serta ajak rapat walau dia mengundang talent-talent yang lain.

Beberapa info serta menyebutkan jika dia sempat memukul seorang karyawan.

TUDUHAN YANG PERNAH DIA DAPAT

Beberapa dakwaan pada RedEye yang disingkap oleh Banks ialah dia pria yang kasar. Salah gunakan kekuasaan, sering berbuat tidak etis dengan cara verbal serta fisik, serta merendahkan beberapa karyawan wanita serta make-up artist.

Mengenai cerita ini baru tersingkap dengan beberapa kasus ramai terakhir. Karena RedEye serta Kode Red sampai mengingati Banks supaya tidak ungkap insiden tidak kenakan pada jurnalis. Dia menghambat penyelidikan dengan pemerasan serta memberikan ancaman karier Banks.

RedEye pasti mengetahui info ini telah tersebar luas di warga. Dia juga putuskan mundur dari scene esports walau masih berkelit jika ketetapan pengadilan mengatakan dia tidak bersalah. Dia masih mohon maaf pada beberapa pihak yang berasa sempat dia cederai serta insiden ini menjadi peristiwa pembuka mata buatnya.

Wah, tidak diduga rupanya dunia esports di luar cukup gelap yah. Apa menurutmu RedEye betul sama seperti yang dilukiskan oleh Banks?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *